Mar
2010
Aku menabrak anak kecil
Posted by: adminHari jumat yang lalu adalah hari yang naas bagi seorang anak kecil yang baru aku tabrak.
Hari itu seperti biasa aku pulang kerja sekitar jam 5-an mengendarai sepeda motor kesayanganku yang bensinnya lumayan boros tak menyangka sama sekali akan menabrak seorang anak kecil didepan pasar. Padahal aku sudah mengendarai motor dengan pelan, namanya juga dekat pasar gak mungkin bisa ngebut.
Saat itu aku mengendarai motor beiringan dengan pengendara lain, tiba-tiba dari samping kiri seorang anak kecil menyebrang secara mengejutkan. Aku pun tak bisa menghindar dan ‘BRUK!!’ seorang anak kecil tertabrak dan jatuh menghadap aspal. Tidak hanya itu, tubuhnya pun terlindas ban depan motorku aku pun tak dapat mengendalikan motorku tapi tidak terjatuh.
Astaga! Aku telah menabrak seorang anak kecil! Kenapa harus aku..
Orang-orang mulai berkerumun. Aku segera mendatangi anak itu yang kusangka pingsan dan telah patah tulang, untungnya tidak.
Ayahnya segera menggendong anak itu, kulihat mulutnya berdarah dan dahinya terluka akibat terbentur aspal. Ditengah kebingungan dan kepanikan akupun segera membawa anak itu ketukang urut. Tak lama akupun mengantarkan anak itu dan ayahnya pulang (pikirku kenapa tadi tidak dibawa kebalai pengobatan). Sehabis magrib kami pun pergi ke mantri pengobatan untuk memeriksa luka-lukanya.
Heran, sebelum berangkat ke balai pengobatan tadi anak kecil itu kok bisa lincah lagi seolah tak ada kejadian apapun yang menimpanya beberapa saat lalu.
Kulihat anak itu memang lincah bermain kesana kemari bersama adiknya. Dia asyik bermain seperti tanpa memperdulikan orang-orang yang berada disekitarnya.
Ah, pantas saja anaknya memang lincah seperti itu.
Seharusnya tidak perlu membawa semua anggota keluarga kepasar, apalagi bersama anak-anak yang lincah seperti itu, pasti sangat kerepotan menjaganya.
Tapi untunglah tidak terjadi hal-hal yang parah yang menimpa anak itu.
Aku jadi teringat kecelakaan yang telah menimpaku sewaktu kecil dulu.

memuat halaman




Postingan yang lain:



