Arthur Fry sering kehilangan catatan kerja. Pekerjaannya amat tidak
teratur sehingga catatan yang di tulisnya sendiri tidak dapat
diingat. Pada suatu hari dia mendapati bahwa perusahaan tempat
kerjanya – 3M – telah menciptakan sejenis lem tetapi sayangnya tidak
dapat melekat dengan baik. Dengan kata lain, lem gagal berfungsi.
Lem tersebut hanya dapat menempel pada sehelai kertas saja dan mudah
tanggal. Rupanya itulah yang di perlukan Fry supaya catatan lebih
tersusun rapi. Dia kemudian mendapat sebuah ide dan mengemukakannya
kepada pihak manajemen. Produk ini dinamai Post-it. Untuk idenya
itu, ia menerima royalti satu persen dari setiap penjualan Post-it
sepanjang hayat. Setiap tahun, hasil penjualan yang di edarkan oleh
3M adalah lebih dari US$100 juta. Oleh karena itu, Arthur Fry
menerima US$1 juta setiap tahun.
Sumber: mail-archive