Ketika ada pergantian jabatan di pejabat Kastam Boston,
Massachusetts, Nathaniel Hawthorne yang bekerja di situ
diberhentikan. Malam itu ia pulang ke rumah dengan penuh rasa kecewa
dan sakit hati. Dia bimbang, bagaimana keluarganya, terutama istri akan menerima berita tersebut.
Sebaliknya, istri Nathaniel Hawthorne tidak berkata apa-apa ketika berita itu disampaikan kepadanya.
Istrinya cuma mengambil sebatang pen dan sebotol tinta lalu meletakkannya di atas meja di depan Nathaniel Hawthorne.
Dia lalu menyalakan api penerang dan merangkul Nathaniel Hawthorne dengan
penuh kemesraan seraya berkata ”Abang sekarang tentunya punya
waktu untuk menulis buku”.
Nathaniel Hawthorne pun mendapat semangat baru dari motivasi dan dorongan istrinya. Nathaniel Hawthorne kemudian terus menulis
dan menghasilkan sebuah novel yang termashur di seluruh dunia, berjudul The Scarlet Letter.
Sumber: mail-archive
good book.