Mei
2010
Siapa Ya’juj dan Ma’juj ?
Posted by: adminSiapakah YA’JUJ DAN MA’JUJ ?
Allah Ta’ala berfirman.
“Artinya : Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata : “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka “. Dzulqarnain berkata : “Apa yang telah dikuasakan oleh Rabb-ku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain : “Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah mejadi (merah seperti) api, diapun berkata : “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulqarnain berkata : “Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabb-ku. Dia akan menjadikannya hancur luluh ; dan janji Rabb-ku itu adalah benar” [Al-Kahfi : 93-98]
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Allah Ta’ala akan berfirman pada hari kiamat, “Hai Adam ! bangkitlah dan keluarlah seperti kobaran api dari anak cucumu …” sampai akhirnya Nabi bersabda, “Berilah kabar gembira, sesungguhnya satu orang dari kalian dan dari Ya’juj dan Ma’juj seribu”. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj termasuk tanda kiamat yang telah diketahui cirri-cirinya sejak zaman Nabi.
Dalam hadits Ummu Habibah Radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah pada suatu hari yang menegangkan keluar dari rumah dengan wajah memerah seraya berkata : “Laa ilaaha illallah! Celaka bagi orang Arab dari kejahata telah dekatnya waktu terbukanya benteng Ya’juj dan Ma’juj seperti ini”. Sambil beliau mengepal ibu jarinya dengan jari-jarinya yang lain”.
[Disalin dari buku Fatawa ‘Anil Iman wa Arkanihi edisi Indonesia Soal Jawab Masalah Iman Dan Tauhid, At-Tibyan hal 73-75]
—————————-
Dalam Al-Quran, kata Ya`juj dan Ma`juj disebutkan dua kali yaitu pada surat Al-Kafhfi ayat 94 dan surat Al-Anbiya 96.
Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” (QS. Al-Kafhi : 94).
Hingga apabila dibukakan Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. (QS. Al-Anbiya : 96)
Sosok Ya`juj dan Ma`juj
Para Ulama sepakat bahwa berdasarkan keterangan dari banyak dalil baik Al-quran mapun sunnah, maka sosok Ya`juj dan Ma`juj ini adalah manusia yang berasal dari keturunan Nabi Adam as. Atau tepatnya dari keturuan Nabi Nuh as yaitu dari keturunan Yafits dan Yafits adalah salah satu anak Nabi Nuh as. (lihat An-Nihayah / Alfitan dan Malahim jiid. 1 ha;. 153).
Dasarnya adalah hadits Rasulullah SAW :
Dari Abdullah bin Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Ya`juj dan Ma`juj itu adalah dari anak Adam. Dan kalau diutus kepada manusia pastilah akan membuat kerusakan dan tidak yang mati dari keduanya kecuali meninggalkan seribu keturunan atau lebih. (HR. At-Tayalisi)
Kedatangan Ya`juj dan Ma`juj merupakan tanda dari akan segera terjadinya kiamat kubro, yaitu saat mereka bisa terlepas dari penjagaan tanggul / benteng yang telah didirikan untuk memenjarakan mereka di masa Zulkarnain.
Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan , agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah “. Hingga apabila besi itu sudah menjadi api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu”.Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa melobanginya. Dzulkarnain berkata: “Ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. (QS. Al-Kahf : 94-98(
Setelah terlepas, mereka akan melakukan kerusakan di muka bumi ini dan menjadi tanda segera datangnya kiamat.
Dimana Lokasi Ya`juj dan Ma`juj ?
Tidak ada nash atau keterangan yang sharih tentang posisi dimana Ya`juj dan Ma`juj itu dipenjarakan oleh Zulkarnain. Yang ada hanyalah keterangan sepotong saja bahwa tempatnya di wilayah timur disebuah tempat yang diapit oleh dua gunung yang besar. Namun detail lokasinya tidak pernah disebutkan dalam hadits.
Memang ada yang mengatakan bahwa mereka dipenjarakan di daerah Tirmiz, namun ini tetap masih jadi perbedaan di kalangan ahli sejarah.
Sumber: Matabumi

memuat halaman




Postingan yang lain:




ada buku baru terbit di Mizan (mei 2010) judulnya: “JEJAK YAKJUJ & MAKJUJ DALAM INSKRIPSI YAHUDI” karangan Wisnu Sasongko, dosen Universitas Brawijaya, Malang.
Berikut ini Daftar Iisi buku ini:
Kata Pengantar
Bab 1: Inskripsi Yahudi: Sebuah Pengantar
-Kenapa kita perlu menelusuri Yakjuj & Makjuj dalam Inskripsi Yahudi?
-Inskripsi Yahudi dan Latar Belakang Pembentukanny…